Thursday, November 27, 2008

TEBAR FIRMAN MELALUI TULISAN

“Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang yang ahli bangunan yang cakap meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.” (1 Korintus 3:10)

Seorang pemimpin redaksi sebuah majalah rohani bulanan memberikan kesaksian. “Melayani Dia melalui tulisan memang menggoreskan suka-duka tersendiri. Di Indonesia, budaya tutur (lisan) masih lebih dihargai daripada budaya tulisan. Orang Indonesia lebih suka mendengarkan dongeng daripada membaca,” begitu katanya bernada mengeluh.

Tetapi Sang Pemred melanjutkan bahwa melayani melalui pena adalah sebuah panggilan mulia. Hasilnya mungkin tidak segera bisa dinikmati. Ia menyepertikan pelayanan ini sebagaimana aktifitas menabur yang menuainya entah berlangsung kapan. Yang namanya panggilan memang harus dihidupi dan dinikmati. Dan untuk itu ia telah mendapatkan hasilnya.

Suatu kali datang sepucuk surat di meja redaksi. Ternyata surat itu dikirim oleh seorang narapidana yang meringkuk di Nusakambangan, yang sering disebut sebagai Alcatras-nya Indonesia. Tentu ini adalah sebuah surprise. Yang lebih mengejutkan adalah isi surat itu. Kira-kira berbunyi, “Terimakasih banyak atas tulisan-tulisan di majalah lusuh yang telah mengubahkan hidup saya. Majalah yang robek-robek, tidak bercover dan kotor itu telah membersihkan hati saya. Saya memiliki semangat hidup lagi sejak berjumpa Yesus melalui tulisan Anda. Tuhan memberkati!”

Pemimpin redaksi itupun menitikkan air mata. Selama ini ia berdoa agar Tuhan mengurapi setiap tulisannya dan menjadi berkat bagi pembacanya. Ia rindu ‘berkhotbah’ dan berbagi firman melalui tulisannya. Ia mengalami jawaban doanya melalui surat seorang narapidana itu.
Setiap cara bisa dipakai Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa terhilang. Sahabat NK, apapun yang kita bisa lakukan untuk membagikan firmanNya, mari kita lakukan dengan kerelaan dan kesungguhan. Tuhan pasti menyertai. [JP]

No comments: