Tuesday, November 25, 2008

NATAL YANG MEMESONA

Cobalah hitung, sudah berapa kali kita merayakan Natal selama hidup? Natal yang ke berapakah tahun ini? Kita kesulitan untuk mengingatnya bukan?

Tetapi dari sekian kali perayaan Natal kita lakukan, ada sebuah pertanyaan yang jauh lebih penting ketimbang mengurus masalah jumlah. Pertanyaan itu adalah: Masih memesonakah Natal setiap kali kita berjumpa dengannya di akhir tahun? Kita tentu sepakat bahwa sesuatu yang berulang, apalagi berlangsung periodik, cenderung membuat kita bosan. Termasuk jika itu adalah hal-hal berbau rohani seperti Natal. Kita menyanyikan ‘Malam Kudus’ lagi, menjadi panitia lagi, menyusun pohon terang lagi, begitu seterusnya.

Itulah sebabnya kita perlu memiliki ‘kecerdikan’ khusus agar bisa mengantisipasi kebosanan. Jawaban untuk itu, tidak lain adalah kreatifitas. Semakin kreatifitas mewarnai Natal yang kita rayakan, semakin kita bisa menjauhkan kejenuhan. Jika kita merayakan Natal dengan cara yang itu-itu saja, bisa dipastikan Natal tidak akan memesona. Sesuatu yang baru perlu dicoba meski tidak harus mengorbankan nilai-nilai dari peristiwa kelahiran Sang Juru Selamat. Dalam hal ini ‘cara’ kita lakukan sebagai siasat mengatasi kejenuhan.

Yang jauh lebih penting dari itu semua adalah sikap hati. Ini hal paling esensial yang patut kita cermati. Sebagus dan semenarik apapun acara Natal, kalau sikap hati belum beres, rasanya tidak akan banyak menolong. Paling-paling hanya membekaskan kesan temporal yang sebentar lagi kita lupakan.

Allah yang merendahkan diri-Nya menjadi manusia, lahir dalam kesederhanaan, menyatakan anugrah keselamatan dan berjanji menyertai senantiasa; bukankah itu sesuatu yang amat sangat mengagumkan dan memesona? Selamat Natal! Selamat berjuang dan membawa semangatnya di ladang pelayanan!***

_________________
Sepagi ini sudah memposting tulisan Natal? Nyuwun pangapunten, ini pesenane cah-cah untuk membuat sambutan pada buku acara Natal STT Kharisma.

No comments: