Friday, June 04, 2010

MENYATUKAN PERSEPSI

“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14)

Suatu ketika terjadi percakapan antara pembeli (orang Batak) dengan penjual es cendol (orang Jawa).

Pembeli: Mas, beli es cendolnya satu ya...

Penjual: Nyuwun pangapunten, sampun telas (Mohon maaf, sudah habis).

Pembeli: Tidak masalah, tidak usah pakai gelas.

Penjual: Sampun boten wonten (Sudah tidak ada).

Pembeli: Ya sudah, tidak usah pakai santen kalau begitu...

Penjual: Maaf Pak, es cendolnya sudah habis!

Pembeli: Ngomong kek dari tadi....

Penjual:????

Percakapan “ga nyambung” dua orang berbeda etnis dan bahasa itu terjadi karena perbedaan persepsi. Mereka masing-masing menggunakan sudut pandang berbeda yang tidak akan ketemu jika dipaksakan untuk dilanjutkan. Baru setelah dijembatani dengan bahasa Indonesia, komunikasi menjadi jauh lebih lancar.

Betapa seringnya perbedaan persepsi ini telah mengakibatkan miskomunikasi, termasuk juga dalam kehidupan keluarga. Maksud hati menyampaikan hal-hal yang baik, tetapi apa daya tujuannya menjadi tidak tercapai. Suami berbeda pandangan dengan isteri. Anak-anak merasa bahwa bahasa yang digunakan orang tuanya sudah ketinggalan zaman.

Karena itu Sahabat, sebelum lebih jauh kita mengkomunikasikan sesuatu kepada anggota keluarga yang lain, lebih baik jika kita menyatukan persepsi terlebih dahulu. Cara ini akan meminimalisir sikap ngotot dan memaksakan kehendak. Carilah sebanyak mungkin jembatan komunikasi yang dapat digunakan agar keutuhan keluarga dapat dijaga. [JP]

No comments: