Friday, June 04, 2010

MAMI VINOLIA

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

Kesulitan dan kerasnya hidup biasanya melahirkan dua hal: orang-orang kalah dan orang-orang yang bertahan sampai menang. Mami Vinolia alias Mami Vin (terlahir sebagai Wakijo) harus berjuang dengan kerasnya hidup di jalanan sebagai waria. Ia berusaha gigih untuk keluar dari dunia malam yang selama ini telah ‘menghidupinya’. Dunia yang memberinya berbagai macam pengalaman yang bergesekan dengan kekerasan dan tentu saja pelecehan.

Tetapi Vin bukan tipe orang yang mudah menyerah begitu saja. Ia memilih untuk memperbaiki kehidupan gelapnya dengan memulai babak baru, meskipun tidak sama sekali ‘baru’ karena masih tetap bersinggungan dengan pergumulan kehidupan jalanan. Genderang perang yang pertama ditabuhnya adalah untuk melawan HIV/AIDS, penyakit yang akrab dengan kehidupan waria.

Untuk mewujudkan cita-cita luhurnya mengangkat harkat dan martabat kaum wadam [Hawa-Adam] itu, Vin kemudian mendirikan LSM KEBAYA (Keluarga Besar Waria Yogyakarta). Organisasi ini mewadahi para waria dan memperlengkapi mereka dengan ketrampilan praktis sebagai bekal hidup. Ia juga menyewa rumah sendiri untuk menampung anak-anak jalanan yang haus kasih sayang. "Mereka yang lagi stres, kecewa, hingga patah hati, juga kerap mendatangi Mami untuk curhat. Saya ini ya seperti simbok. Sering tombok. Tombok uang, ati, pikiran, dan tenaga. Hahaha.. Tapi ngak apa-apa. Mami ada 24 jam untuk mereka," ucapnya.

Sahabat, hari kita belajar tentang kegigihan sebuah perjuangan. Kehidupan waria, seperti yang diakui sendiri oleh Vin, adalah kehidupan yang sulit berubah. Mereka terbiasa dalam pola hidup santai. Malam ngeluyur, siangnya tidur. Itu saja. Tetapi vin telah membuktikan bahwa kesulitan itu bukan halangan baginya. Karenanya kita harus belajar dari Mas Wakijo, eh… Mami Vin, untuk melihat kerasnya hidup sebagai kesempatan bertahan dan bertumbuh. [JP]

No comments: