Thursday, June 24, 2010

BATU PERINGATAN

Apa yang Anda rasakan ketika suatu saat berkesempatan untuk mendatangi tempat-tempat yang memiliki hubungan emosional dengan Anda? Biasanya kenangan-kenangan masa lalu silih berganti datang memenuhi benak kita.

Suatu kali saya pulang ke kampung tempat kelahiran saya. Memang suasananya telah banyak berubah. Jalan yang dulu becek ketika hujan turun, kini telah dicor dengan beton. Lahan persawahan tempat saya dulu bermain layang-layang, semakin menyempit karena berdirinya rumah-rumah baru. Rimbun pepohonan yang dulu membuat teduh kampung telah berganti dengan tiang-tiang listrik. Tetapi itu semua tidak menghapus kenangan saya tentang masa kecil. Ada ribuan kisah yang akan saya ceritakan kepada anak-cucu saya kelak.

Dalam nats Yosua 4:1-9, kita menemukan bahwa Tuhan memerintahkan Yosua untuk memilih dua belas orang dari masing-masing suku Israel. Tugasnya bukan untuk berperang, tetapi untuk mengangkat masing-masing sebuah batu dari sungai Yordan. Sudah kurang kerjaankah Yosua? Sama sekali bukan. Batu-batu itu akan dipergunakan untuk sebuah tujuan mulia pada masa mendatang. Batu-batu itu adalah sebuah tanda dan peringatan bagi orang Israel selama-lamanya (ay. 6-7).

Yosua ingin mewariskan sejarah, sesuai dengan perintah Tuhan, kepada generasi yang hidup sesudahnya kelak. Senada dengan hal ini, Bung Karno pernah berkata. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” Jargon itu sering disingkat Jas Merah. Tidak ada yang berlebihan di sini. Kita tentu paham bahwa yang namanya sejarah telah membawa banyak pelajaran bagi kita. Yosua ingin agar melalui batu peringatan itu bangsa Israel diingatkan kembali mengenai perjanjian dan berkat Tuhan atas bangsanya.

Sejarah itu penting, tidak peduli manis atau kelam. Segala sesuatu yang baik dari sejarah kita pakai sekarang sebagai teladan. Yang buruk menjadi pelajaran bagi kita juga agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Itulah sebabnya mungkin Anda perlu mengambil waktu untuk melakukan ‘ziarah’ ke tempat-tempat yang berkesan bagi Anda. Mungkin itu rumah di kampung halaman Anda tempat di mana Anda dibesarkan orang tua. Mungkin juga itu gereja Anda pada masa kecil; tempat Anda dibesarkan dan mengambil keputusan untuk menjadi murid Kristus. Atau bahkan tempat-tempat di mana anda pernah gagal. Di sana Anda bisa memperbaharui tekad dan komitmen baru untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah Anda lakukan dahulu. Selamat berziarah!
***

No comments: