Sunday, August 05, 2007

MENGHUNUS PEDANG ROH

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun;...” (Ibrani 4:12)

Senjata yang sangat familiar bagi para pejuang di era penjajahan adalah bambu runcing. Kelengkapan perang tradisional ini kemudian menjadi simbol heroisme di tanah air. Di beberapa tempat diabadikan menjadi monumen, mengisi koleksi pajangan ruang-ruang musium dan ‘digunakan kembali’ pada peringatan kemerdekaan RI pada bulan Agustus.
Sahabat, kita sudah bisa membayangkan apa jadinya jika seseorang masuk dalam medan pertempuran tanpa senjata. Kemungkinan terbesar adalah dia akan menjadi bulan-bulanan musuh dan tewas mengenaskan. Kita tahu bahwa senjata, sekecil dan sesederhana apapun itu, adalah piranti yang tidak boleh ditinggalkan dalam berperang. Jadi, dalam peperangan, senjata adalah hal yang wajib hukumnya.
Alkitab menyebut sebuah senjata yang sangat ampuh dalam peperangan rohani. Senjata itu adalah pedang Roh; firman Allah. Bahkan keampuhannya telah dibuktikan sendiri oleh Tuhan Yesus saat menghadapi pencobaan iblis. Dia tidak menggunakan senjata lain kecuali rangkaian kata, “Ada tertulis…” Tiga kali pencobaan datang, tiga kali pula Yesus menggunakan ‘jurus’ yang sama itu.
Bagaimana agar kita bisa menggunakan senjata itu? Tidak ada cara lain kecuali kita memiliki ketekunan untuk mendalami dan menelitinya. Bukan itu saja, firman itu harus hidup dan kita hidupi. Dengan cara itu kita memiliki kesiapan dan kelengkapan untuk menghadapi musuh dalam peperangan rohani. [JP]

No comments: