Wednesday, March 05, 2008

PEDANG BERMATA DUA

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)

Pada dekade 80-an pendengar radio di tanah air akrab dengan sandiwara bertajuk ‘Saur Sepuh’. Demam sandiwara radio itu menjangkiti seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga orang tua. Kisah sandiwara itu sendiri bertutur tentang Kerajaan Madangkara yang coba ‘dicangkokkan’ ke dalam sejarah beberapa kerajaan yang pernah ada di nusantara seperti Majapahit dan Pajajaran. Kerajaan itu dipimpin oleh Brahma Kumbara sebagai rajanya.
Tokoh utama lain yang mewarnai cerita sandiwara itu adalah Mantili, yang tidak lain adik Brahma. Senjata ampuh yang dimiliki oleh Mantili adalah Pedang Setan. Musuh-musuhnya dibuat kelimpungan bukan hanya oleh karena ketajamannya, tetapi juga karena bau busuk yang keluar dari pedang itu setiap kali dihunus. Dengan pedang itu, Mantili menjadi sosok wanita yang ditakuti.
Dalam ranah kehidupan rohani, setiap orang percaya terpanggil untuk menghadapi peperangan. Peperangan rohani orang percaya, seperti yang dituliskan Paulus, adalah untuk menghadapi penguasa-penguasa di udara. Ketika memerintahkan kita masuk dalam peperangan, Tuhan menyertakan juga senjata-senjata rohani yang bisa kita pergunakan. Salah satu senjatanya adalah pedang roh: firman Allah.
Penulis Ibrani juga menegaskan bahwa firman Allah ibarat pedang yang bermata dua. Dengan firman jugalah Yesus mengalahkan pencobaan iblis. Yesus memakai firman sebagai senjata rohani. Untuk menggunakan sebuah senjata tertentu, kita harus tahu persis bagaimana caranya. Demikian pula dengan senjata rohani ini, kita harus semakin mendalami Firman, tertanan di dalamnya, sehingga kita tidak salah menggunakannya. [JP]

No comments: