Thursday, June 05, 2008

YANG MAHAL BELUM TENTU BAGUS

Tahukah Anda bahwa dalam tahun 2008 ini saja, diselenggarakan 159 pilkada di 13 provinsi, 112 kabupaten dan 35 kota di Indonesia? Itu artinya jika dirata-rata, dalam setahun ini setiap tiga hari, orang Indonesia mengikuti pilkada yang digelar di berbagai daerah. Besarnya proses pesta domokrasi ini tentu berujung pada membengkaknya biaya penyelenggaraannya. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan menyatakan bahwa pemilu di Indonesia adalah pemilu termahal di dunia. Untuk ongkos pilkada saja, uang yang ‘dibuang’ telah mencapai angka Rp 45 trilyun. Wuiihhh…. Belum lagi nanti akan disambung dengan Pemilu 2009. Dana itu biasanya paling banyak tersedot untuk kepentingan kampanye.

Negeri ini memang penuh ironi. Di tengah terpuruknya kondisi perekonomian, uang dihamburkan dengan hasil yang kadang-kadang tidak jelas juntrungannya. Pemimpin yang terpilih dengan ongkos yang mahal itu, belum lagi kalau harus ditambah korban jiwa, belum tentu sesuai harapan pemilihnya. Ongkos yang mahal ternyata tidak selalu menjamin kualitas yang didapatkan.

Dalam kondisi serba sulit seperti ini, Tuhan memberi kita hikmat agar tidak mengunakan uang dengan sembarangan. Penggunaan uang untuk mendapatkan sesuatu, tidak hanya berdasarkan mahalnya sebuah barang. Mungkin yang paling tepat adalah meletakkan kebutuhan pada priorotas utama. Jika memang itu dibutuhkan, dengan harga yang mahal pun akan kita usahakan. Jangan sampai terjebak pada keinginan sementara yang biasanya cenderung menjadi awal dari penyesalan kita. Di atas itu semua, jika kita prioritaskan Tuhan dan kerajaan-Nya, Dia akan memenuhi kebutuhan hidup kita. [JP]

No comments: